Akira Morii
Created by CSyirui

Sutradara All of Us Are Dead, Lee Jae Kyu dan produser serial Jepang terkenal Alice in the Borderland, Akira Morii telah bekerja sama untuk membuat serial penuh aksi.

Sutradara All of Us Are Dead, Lee Jae Kyu dan produser Alice in Borderland telah bekerja sama untuk membuat serial penuh aksi global.

All of Us Are Dead merupakan K-drama horor zombie yang bersiap untuk perilisan season keduanya. Alice in the Borderland adalah drama survival Jepang terkenal yang memiliki dua season. Kedua drama tersebut memiliki horor, sensasi dan kegembiraan yang mengarah pada antisipasi untuk proyek kolaborasi mendatang.

Pada tanggal 16 Mei, SLL mengumumkan bahwa SLL Jepang dan THE SEVEN (perusahaan produksi konten Jepang) menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) untuk bersama-sama memproduksi serial drama global.

Sutradara Lee Jae Kyu yang pernah mengerjakan All of Us Are Dead dan Daily Dose of Sunshine serta sutradara Akira Morii, kepala unit produksi THE SEVEN, yang terkenal dengan serial Alice in Borderland, akan bekerja sama. Serial aksi ini akan berkisah tentang seorang protagonis dengan kemampuan khusus.

Mengingat kedua sutradara ini sukses dengan drama dan serial masing-masing, para penggemar sangat senang mendengar kedua orang hebat ini berkolaborasi.

Sekilas Tentang Kita All of Us Are Dead Dan Alice Di Borderland

All of Us are Dead drama korea yang menceritakan mengenai serangan zombie. Season kedua dari drama ini sedang dalam pembuatan dan  akan segera dirilis. Drama Ini bercerita mengenai kisah  sekolah menengah yang terjebak akibat serangan  virus zombie yang  menyebar dan para siswa dikurung di dalam sekolah. Para siswa tersebut berjuang untuk antara pilihan bertahan hidup atau harus menjadi zombie. Season kedua telah dikonfirmasi oleh Netflix dan sedang dalam pembuatan.

Alice in Borderland diadaptasi dari serial manga Imawa no Kuni no Alice karya Haro Aso. Ini mengikuti kisah seorang pria pengangguran yang terobsesi dengan video game. Suatu hari dia menemukan dirinya dan teman-temannya di Tokyo yang kosong, seperti permainan yang dia mainkan. Mereka harus memainkan permainan berbahaya untuk bertahan hidup di dunia baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *